Namun saat Provinsi Sulawesi Tenggara terbentuk pada 1964, universitas ini berpindah lokasi dari pulau Buton ke ibu kota provinsi di Kendari.

Universitas Sulawesi Tenggara kemudian berganti nama menjadi Universitas Haluoleo dan menjadi universitas negeri pada 1981. (Sumber: Rilis.id)

Pendiri Universitas Dayanu Ikhsanudin (Unidayan)

Manarfa bukan sosok yang gampang putus asa. Setelah kampus Unhalu pindah ke Kota Kendari, Manarfa bersama sahabatnya La Ode Malim kembali mendirikan kampus di Buton pada tahun 1982.  Tepatnya di Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra). Kampus itu dinamai Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan).

Bangunan awal kampus tersebut menggunakan bangunan buatan tahun 1922, yang merupakan istana kesultanan. Istana tersebut tidak mau ditinggali para sultan karena bangunannya dibuat dengan bantuan Belanda. Sebelum dipergunakan sebagai kampus universitas, pada awal kemerdekaan, istana ini dipinjamkan untuk kegiatan pendidikan SMA.