“Ini juga tanggung jawab masyarakat. Kalau masyarakat sadar, insya Allah Kota Kendari bisa jadi percontohan bagi kota-kota lain,” tambahnya.

Kelurahan Mandonga telah menjadwalkan kerja bakti warga secara rutin setiap hari Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kegiatan ini dipimpin oleh lurah, melibatkan RT/RW setempat, dan didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari.

Selain fokus pada sampah, Mandonga juga aktif dalam penanganan drainase tersumbat yang kerap menyebabkan banjir.

“Sedimen sampah yang menggumpal di drainase itu yang kami sasar sekarang. Makanya sebagian besar waktu kami habiskan di lapangan,” jelas Yohanes.

Kelurahan Mandonga telah memetakan titik-titik rawan banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi, khususnya di wilayah belakang RT 26, RT 7, dan RT 22 yang kerap terendam air hingga setinggi 180 cm saat hujan lebat.