Baca juga: Hari Kelima Lebaran, Penumpang Arus Balik di Pelabuhan Tampo Masih Padat

"Dari pada tidak ada dibikin, sambil menunggu sidang putusan saya dari Pengadilan Negeri Kendari, saya isi waktu kosong dengan membuat kerajinan tangan dan beribadah dalam sel bersama teman tahanan lain. Dan alhamdulillah kami bisa buat kerajinan tangan dari barang bekas," ungkapnya.

Hampir semua tahanan sudah bisa membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Kerajinan tangan buatan para tahanan dititip untuk dijual.

Asbak rokok dari botol bekas air mineral dijual dengan harga Rp 5 ribu dan warnanya bisa dibuat sesuai selera pemiliknya, tinggal mengganti airnya saja.

Kapolsek Mandonga, AKP Ketut Arya Wijanarka sangat mendukung kegiatan para tahanan. Selain dapat berkarya, para tahanan juga dibina agar selalu melaksanakan ibadah. Tahanan yang pandai mengaji mengajari tahanan yang belum tahu sama sekali mengaji. (B)