"Jadi nanti melalui dana DAK pada 2022, kita akan membuat kompos yang cukup besar, di bengkel TPS3R," katanya kepada Telisik.id, belum lama ini.

Hal tersebut dilakukan, kata dia, karena Kota Kendari produksi sampah yang dihabiskan oleh masyarakat didominasi oleh sampah organik.

"Kita di Kota Kendari ini produksi sampah kebanyakan sampah organik atau sampah sisa makanan. Jadi rencananya sampah organik itu tidak perlu sampai ke TPA, biar diolah di tempat pembuatan kompos yang diolah menjadi pupuk nantinya," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kota Kendari, Yuli mengaku sering membeli tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos untuk menanam bunga yang ada di tempat tinggalnya.

Alhasil, dari penanaman bunga memakai tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos hasil komposter ini bunga dan tanaman menjadi lebih subur.