Hasil tersebut, tambah dia, didiagnosa melalui gejala klinis yang timbul dari korban Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) oleh dokter RSUD Ruteng, dan hasil penyelidikan epidemiologi tim P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Untuk itu, dinas terkait telah mengirimkan 8 sampel kepala anjing yang berhasil diambil dari kasus GHPR.

Baca Juga: Cegah Rabies, Semua Anjing Liar di Manggarai Akan Dieliminasi

“Dari 8 sampel tersebut, ada 6 sampel kepala anjing yang positif (2 Sampel dari Desa Umung, 1 sampel dari Desa Lentang , 1 sampel dari Desa Pongkor, 1 sampel dari Desa Wae Ajang, 1 sampel dari Desa Golo Langkok,” rincinya.

Meski demikian, katanya lagi, ketersediaan stok VAR di Kabupaten Manggarai saat ini selalu ada, termasuk di setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Manggarai.