"Jumlahnya 40 orang tenaga kesehatan yang sudah mengikuti pelatihan di Bogor. Mereka inilah yang akan menjadi tulang punggung penanganan orang gila di lapangan," ungkap Bupati Nabit saat menerima kunjungan pengelola Klinik Jiwa Panti Renceng Mose, Sabtu (22/1/2022).
Baca Juga: Seorang Kakek Pemulung di Kendari Ditabrak Mobil Saat Menyebrang Jalan
Menurut dia, dalam menangani para orang gila, tidak semata bertumpu pada perawatan di Panti saja, tetapi bisa melakukan perawatan di rumah. Karena itu, kerja sama ke depan tidak hanya dalam bentuk penanganan tetapi juga dalam bentuk pengobatan.
Untuk anggaran APBD, lanjut dia, pihaknya akan mengalokasikan setengahnya dulu untuk penanganan tahun ini dan akan dibagi untuk pengobatan mandiri, rawat jalan dan rawat inap. Jika ada perkembangan akan disiapkan lagi dalam pembahasan anggaran perubahan.
Sementara pembahasan hal teknis mengenai penentuan siapa yang rawat mandiri, rawat jalan dan rawat inap akan dibahas dalam satu minggu ke depan.
