Saat menjual, kehidupan mereka mengalami perubahan drastis, tak jarang dianggap sebelah mata oleh orang-orang sekitar, mulai dari yang membeli maupun lewat berkendara. Namun dengan tegar hati dilalui dengan sabar dan ikhlas.

"Anak-anak kaget dengan pekerjaan orang tuanya, kadang juga dibicarai teman-temannya, tapi kita orang tua selalu memberi pengertian bahwa kehidupan itu berputar ada yang di bawah dan ada yang di atas, cukup sabar dan bersyukur," kata Lia istri Dedi.

Banyak orang menilai dirinya hanya sebatas penjual gorengan pinggiran, namun tak diketahui, ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang juga bisa dikatakan mampu,  hanya memilih cara hidup yang mandiri dan bebas dari tekanan orang lain.

Dedi dan istrinya merupakan lulusan perguruan tinggi, namun mereka tidak malu untuk memulai usaha di pinggir jalan. Bagi mereka yang terpenting pekerjaan yang jalaninya halal dan tidak membebani orang lain.

Mereka selalu bekerja sama untuk mengelola jualan, mulai dari membeli bahan-bahan hingga pembuatan menu gorengan. Tak jarang anak-anak Dedi juga ikut terlibat membantu.