"Saya berprinsip bahwa jika orang memandang saya sebelah mata karena pekerjaan saya, maka tunggu dulu, lihat dulu isi dompetnya. Karena saya pernah rasakan pekerjaan seperti mereka, jadi saya tidak ambil pusing," tuturnya.
Hal itu tak menjadikan ia putus asa untuk terus berjualan, berharap ada kesuksesan menanti dirinya di kemudian hari.
Kecintaannya terhadap pekerjaan itu, membawa keahlian dalam memasarkan buah hingga memiliki penghasilan yang tinggi.
Walaupun pemasukan tidak menentu setiap harinya, namun ia mampu membeli motor dari hasilnya jualan buah. Kesyukuran itulah yang terus ia pegang teguh.
Baca Juga: Kisah Pasutri Penjual Pisang Tiap Hari Susuri Jalan Kota Kendari
