Kasus ini bermula dari pemilihan Wakil Bupati Kolaka Timur pada tahun 2022. Saat itu, posisi wabup kosong usai Andi Merya Nur naik menjadi Bupati menggantikan Samsul Bahri yang wafat.
Baca Juga: Resmi Bupati Kolaka Timur Definitif, Abdul Azis Maksimalkan Pembangunan Lebih Cepat
Abdul Azis dan Diana Massi bersaing memperebutkan kursi strategis tersebut, dengan Azis akhirnya menang tipis lewat 13 suara, berbanding 11 untuk Diana. Satu suara abstain.
Karena posisi wabup diperkirakan bakal segera naik menjadi Plt Bupati mengingat Andi Merya tersandung kasus korupsi dan ditahan KPK persaingan berlangsung panas.
Belakangan, muncul dugaan bahwa kemenangan Azis dibayangi praktik suap dan gratifikasi terhadap anggota dewan. Kini, Kejari Kolaka menelisik lebih dalam kasus ini. (C)
