Di dalam Lapas, Dwi Purnama menjadi satu-satunya narapidana non-Muslim diantara 15 orang dalam satu ruangan berukuran 400 x 300 cm. Di tengah kesempitan dan rasa pengap, suara Adzan dan lantunan ayat suci Al-Qur'an dari masjid menjadi sumber kenyamanannya.

"Di situlah saya mulai mempertimbangkan untuk memeluk Islam. Setelah merenungkan semuanya, saya memantapkan keyakinan untuk masuk Islam," kata Dwi Purnama.

Pada Senin (15/4/2024), seusai shalat Isya, Dwi Purnama mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Imam Masjid Haji Latjinta Hidayatullah. Sebelumnya, dia telah mendapatkan bimbingan dan nasehat dari Inggam, salah satu jamaah masjid.

Baca Juga: Alasan Ragnar Oratmangoen Mualaf di Usia 15 Tahun

Inggam, yang membantu proses pengislaman Dwi Purnama, mengaku sangat bersyukur dan gembira atas keputusan Dwi Purnama. Setelah memeluk Islam, Dwi mendapat nama baru, Muhammad Dwi Purnama.