“Papa saya itu kan mantan pendeta, ya. Pas memutuskan masuk Islam, banyak sekali pihak-pihak gereja itu yang meminta keterangan beliau. Istilahnya meminta konfirmasi, kenapa pak Rudi bisa memeluk agama Islam,” kata Yesi melalui unggahan video di kanal youtube Ngaji Cerdas.
“'Padahal beliau (Rudi Muliadi) itu adalah pendeta yang sudah hampir 3.000 orang dimurtadkan oleh beliau,” sambungnya.
Yesi mengungkapkan kekhawatirannya saat para pendeta berkunjung, ia takut ayahnya mengalami konsekuensi negatif atas keputusannya menjadi mualaf.
“Jadi pada waktu itu ada beberapa pendeta yang datang ke rumah, kita semua sudah panik karena apa namanya takut papa itu terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan. Tetapi alhamdulillah pada saat itu saya melihat papa saya tenang, santai, tenang aja,” imbuh Yesi.
Di hadapan para pendeta, Yesi menjelaskan bahwa ayahnya memilih Islam karena meyakini bahwa keyakinan umat Kristen tentang Yesus sebagai Tuhan adalah keliru.
