Yesi menyampaikan bahwa ayahnya memutuskan memeluk Islam setelah menyadari kesalahan dalam keyakinan Kristen tentang status ketuhanan Yesus.
“Kalau selama ini di agama Kristen meyakini pada hari akhir Yesus akan datang ke altar gereja dengan bernyanyi glory-glory haleluya,” katanya.
“Kalau kami di Islam meyakini kalau Yesus itu adalah Nabi Isa seorang nabi utusan Allah. Nabi Isa nanti akan turun pada hari kiamat dan akan salat bersama umatnya di masjid,” ujar Yesi mendengar percakapan ayahnya dengan para pendeta.
Baca Juga: Pemuda di Kendari Putuskan Mualaf, Temukan Ketenangan Dalam Islam
Setelah mengetahui alasan ayahnya memeluk Islam, Yesi mengungkapkan bahwa para pendeta justru semakin menyerang dan menghina ayahnya, bahkan sampai menyebutnya orang gila.
