KENDARI, TELISIK.ID - Bagi pecinta kopi, setiap tegukan bukan sekadar minuman, melainkan pengalaman. Itulah yang ingin dihadirkan Manual Coffee, kedai kopi yang sudah hadir lebih dari lima tahun dan kini menjadi salah satu destinasi favorit penikmat kopi di Kota Kendari.

Nama Manual Coffee diambil dari metode penyeduhan manual brew, sebuah cara menyajikan kopi murni tanpa campuran, yang menggunakan teknik khusus seperti V60. Metode ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk merasakan karakter asli biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Visi kami adalah memperkenalkan cara menikmati kopi dengan benar, sekaligus mengedukasi bahwa setiap daerah memiliki biji coffe dengan ciri khas rasa yang berbeda. Dari situlah lahir keunikan manual brew,” ungkap pemilik Manual Coffee, Ical, Kamis (11/9/2025).

Dengan latar belakang pendidikan di ABCD School of Coffee di Jakarta, sang pemilik menghadirkan komitmen kuat pada kualitas. Manual Coffee dikenal mengusung konsep specialty coffee, artinya setiap biji kopi yang disajikan benar-benar terpilih, mulai dari petani, proses sangrai (roastery), hingga uji rasa sesuai standar Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Bahkan, Manual Coffee memiliki roastery sendiri sehingga kualitas sangrai bisa diatur sesuai karakter rasa yang diinginkan. Hasil roast ini tak hanya dinikmati pelanggan di kedai, tapi juga menjadi suplai ke beberapa coffee shop, hingga ke daerah Bahodopi.