Imbas dari perilaku tersebut, dampaknya justru dirasakan langsung oleh masyarakat hingga kaum pelajar, khususnya mahasiswa.

Salah satu mahasiswi semester akhir di UHO, Intan Seraya (23) yang tinggal di salah satu rumah kos samping Lorong Damai, Jalan HEA Mokodompit Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, merasakan langsung dampak dari maraknya pesta miras tersebut. Ia kerap kali diselimuti perasaan was-was jika ingin keluar mengerjakan skripsi di malam hari.

"Kalau malam saya mau pergi kerja skripsiku tidak berani keluar lewat jam 10, karena depan kampus banyak orang mabuk. Mending saya urungkan niatku kalau mau kerja tugas lokasinya di depan kampus," ucap Intan Seraya, Sabtu (28/1/2023).

Keresahan akan maraknya miras dan efek yang ditimbulkannya, tidak hanya sampai pada kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat, pelaku usaha hingga ojek online.

Salah seorang ojek online Isbar (26) mengatakan, kerap membatalkan orderanya jika tujuan pemesan mengharuskan ia masuk ke dalam lorong-lorong depan UHO pada waktu malam hari.