"Kita tidak inginkan terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya, maraknya Pungli dalam perekrutan tenaga kerja yang ada di perusahaan tambang yang ada di Morosi sana," ungkapnya.
Ia menyebut, bentuk perekrutan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Konawe saat ini masih belum jelas. Dia juga mempertanyakan tolak ukur penentuan zonasi tujuan.
"Kenapa mesti memakai sistem zonasi?," tanyanya.
Pihaknya berharap dengan adanya mega industri PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi dapat mensejahterakan masyarakat, khususnya Kabupaten Konawe.
"Kita sangat bersyukur dengan adanya industri ini, semoga dapat bermanfaat dan mengurangi jumlah pengangguran di Konawe," tutupnya.
