Ia menjelaskan penyakit zoonosis langka tersebut bisa masuk tubuh melalui kulit yang terluka atau permukaan lapisan kulit dalam (mukosa), mulut, dan faring. Selain itu, ujar dia, virus tersebut bisa masuk melalui alat kelamin serta anus.

Selain kontak fisik dan seksual dengan penderita, kata dia, penyakit cacar monyet bisa ditularkan lewat benda yang sudah terkontaminasi serta hewan, seperti monyet, tupai, dan tikus yang terinfeksi virus.

"Kontak fisik maupun juga melalui benda yang sudah disentuh oleh penderita kemudian disentuh orang lain atau bisa juga dari hewan ke manusia, bisa dari kera, tupai, tikus yang mengandung virus monkeypox," katanya.

Ia menjelaskan upaya mitigasi penyakit agar tak menyebar luas, antara lain menerapkan pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta melakukan seks yang aman.

"Berhubungan seks yang aman dengan partner, jangan pria suka pria, dan multipartner," ujarnya.