Diketahui, tahun sebelumnya petugas kerap melakukan penertiban terhadap manusia gerobak, dan tahun ini pihaknya berharap manusia gerobak tidak mengganggu fasilitas umum dan tidak menjamur.
“Tahun lalu puluhan gerobak kita tarik, kita sita. Cuma kita beritahu jangan lagi beroperasi, kalau jadi pemulung maka jadi pemulung yang baik. Jangan berjejer di jalan protokol begitu. Nampak sekali mengharapkan pemberian," tuturnya.
Adapun modus dari manusia gerobak ini dengan bermodalkan gerobak mereka berjalan keliling dan berhenti di pinggir jalan yang banyak kendaraan melintas. Lokasi yang dipilih biasanya di ruas jalan yang mana kecepatan kendaraan tidak laju, seperti di MT Haryono, Jalan Jenderal Ahmad Yani, maupun Jalan Abdullah Silondae.
“Biasanya di dalam gerobaknya hanya sekadar beberapa lembar kardus, jadi formalitas aja. Sisanya mereka nungguin ada yang ngasih," pungkasnya. (B)
Reporter: Siswanto Azis
