Titik balik datang saat ia menyadari bahwa iman bukan soal kenyamanan, melainkan keabadian.

Pada 1995, Marcel mengucapkan syahadat dan merasakan kedamaian luar biasa saat pertama kali sujud dalam salat.  

"Islam memberi saya ketenangan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan terbesar dalam hidup," katanya.

Sejak itu, Marcel tidak hanya bertahan sebagai mualaf, tapi juga aktif berdakwah. Lulusan teknik elektro ini telah bepergian ke berbagai negara Muslim, memperkaya pemahamannya tentang Islam.

Pada 2007, ia mulai terlibat secara intens dalam dakwah di Jerman, menjadi salah satu pionir di kalangan penutur bahasa Jerman.