"Udah 20 tahunan saya merantau. Dulu saya hanya ikut dan belajar sama orang, jadi pindah-pindah. Pertama kali menjual martabak itu di Kendari, baru Baubau juga pernah, terus ke Wawotobi lalu Kembali ke Kendari lagi. Di sini sudah 13 tahun," ujar Untung, Minggu (30/11/2025) lalu.  

Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu juga oleh empat orang karyawannya yang sampai saat ini masih bersamanya.  

Untuk produksi, setiap harinya ia menghabiskan 4 kilo daun bawang, daging sapi 1-2 kg, dan 3 rak telur bebek untuk 50 porsi martabak, per porsinya mulai dari harga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu.  

Sementara itu, untuk terang bulan ada varian coklat dan keju yang paling banyak diminati, per porsinya di harga mulai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.  

Untung memiliki harapan bahwa ingin membuka cabang baru di tempat lain agar jualannya banyak dikenal masyarakat Kota Kendari.