Ma'ruf juga mengatakan, tingkat kesejahteraan guru honorer berbeda jauh dari rekan mereka yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). Padahal, kata dia, banyak honorer yang berprestasi dan sudah tahunan mengabdi sebagai tenaga pendidik.

Guru honorer, kata Ma’ruf, tidak dapat mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan, kursus ataupun mengikuti pendidikan untuk jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga: MPR Harap Pilkada di Tengah Pandemi Lahirkan Pemimpin Berkualitas

Sehingga baru sebagian kecil guru honorer yang memiliki sertifikat guru. Padahal, kompetensi guru perlu ditingkatkan seiring perkembangan zaman.

“Hambatan-hambatan ini, dalam jangka panjang berakibat pada tertinggalnya kualitas para guru honorer,” tegas Ma’ruf seperti dilansir Medcom.id.