Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin sedang hangat menjadi diskusi publik. Ma’ruf Amin bukanlah seperti Jusuf Kalla, ia memahami posisinya sebagai wakil presiden adalah sebagai pendamping bukan pesaing.  

Realitas pada Pemilu Presiden (Pilpres) kedua yang diikuti oleh petahana, menunjukkan adanya suatu layaknya rumus stabilitas politik dan popularitas, bahwa untuk posisi wakil presiden adalah bukan dari unsur partai politik tetapi perseorangan.

Pilpres 2019 lalu tak ubahnya Pilpres 2009 silam. Pasangan calon presiden dan wakil presiden, dalam hal wakil presiden yang diusung oleh petahana berasal dari perseorangan. Petahana Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009, ia lebih memilih Boediono sebagai wakil presidennya. Boediono saat itu adalah Gubernur Bank Indonesia dan yang utama adalah ia bukan politisi partai politik.