Ma’ruf Amin yang notabene adalah kiai, tentu saja melakukan penolakan terhadap Perpres investasi miras tersebut. Ia pun dianggap yang berperan dalam koordinasi dengan pihak MUI dan Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga, Presiden Jokowi mengambil keputusan pembatalan Perpres, setelah mendapatkan masukan dari banyak ulama, dan tokoh-tokoh organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga Islam yang menolak pengaturan tentang investasi pabrik pembuatan miras tersebut.

Baca juga: Giat Vaksinasi dan Gelombang Kedua COVID-19

Baca juga: Pasar Gelap Demokrasi

Wapres Pendamping bukan Pesaing

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memang diasumsikan tidak ingin mengambil posisi untuk menjadi pesaing Presiden dalam popularitas di pemerintahan. Berbeda dengan Jusuf Kalla yang pernah mendampingi Presiden SBY dan Presiden Jokowi, ia memang menunjukkan selayaknya pesaing dalam perebutan popularitas di pemerintahan antara presiden dan wakil presiden.