Oleh: Antasalam Ajo, S.P, M.Si
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton
Ada yang menarik. Bila disebutkan brand-brand seperti The Executive, Polygon, Casablanca, Wakai, dan Lea, mungkin Anda akan mengira bahwa produk-produk dari brand tersebut berasal dari luar negeri. Tidak. Sama sekali tidak. Ini adalah brand produk dalam negeri Indonesia, hasil inovasi anak bangsa, namun eksis di luar negeri. Ada juga Hoka Hoka Bento (Hokben) sebagai brand produk kuliner, Eiger brand produk untuk pencinta alam, dan Tomkins produk sepatu asal Bandung yang identik orang bule.
Polygon misalnya, adalah merk yang melekat pada sepeda yang didirikan tahun 1989 oleh PT Insera Sena di Sidoarjo, Jawa Tengah. Ternyata, perusahaan yang memproduksi sepeda ini terlebih dahulu memasarkan produknya di luar negeri, setelah sukses dan berhasil, kemudian sepeda ini dibawa kembali ke Indonesia. Atau Wakai, dimana banyak orang mengira sepatu Wakai adalah produk asli Jepang, padahal bukan. Wakai merupakan salah satu produk sepatu lokal yang kualitasnya sudah diakui oleh Internasional. Barangkali banyak lagi produk-produk lainnya.
Demikianlah contoh deretan produk-produk inovasi anak bangsa dibarengi dengan kualitas dan branding yang mumpuni, dan melalui proses yang tidak instan, terbukti memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk bangsa lain yang dianggap lebih maju. Dan, ini adalah bukti bahwa anak bangsa Indonesia bisa berkarya dan mampu melampaui bangsa-bangsa lain.
