"Setelah pensiun, saya sesuaikan kelas layanan dari kelas 2 ke kelas 3. Karena ini lebih cocok dengan kondisi keuangan saya sekarang," kata Mizuddin kepada telisik.id, Selasa (17/6/2025).

Pengalaman mengurusnya pun ia anggap sangat mudah. Tak perlu antre lama, tidak perlu bolak-balik. Semua proses dijelaskan dengan jelas oleh petugas.

"Pelayanan di kantor sangat baik. Petugasnya ramah dan menjelaskan setiap langkah dengan jelas. Jadi tidak ribet," tambahnya.

Bagi Mizuddin, menjadi peserta JKN itu bukan sekadar formalitas, tapi bentuk perlindungan penting, apalagi di usia lanjut. Ia tak ingin menanggung risiko kesehatan tanpa perlindungan.

“Saya tetap jadi peserta karena saya butuh perlindungan. Di usia saya sekarang, kesehatan itu mahal. Tapi dengan JKN, saya bisa tetap berobat tanpa beban besar,” ujarnya.