Oleh: Dr. Usmar, SE, MM

Ketua LPM Universitas Moestopo (Beragama) Jakarta

UNGKAPAN kekecewaan dan kemarahan warga nahdliyin, ketika mengetahui bahwa tokoh dan ulama besar pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syech Hasyim Asy'ari yang juga Pahlawan Nasional, meski terpampang jelas foto beliau pada sampul Kamus Sejarah Indonesia (KSI), namun di alfabetis huruf “H”, dari halaman 84-90, justru tidak ada nama, uraian dan penjelasan tentang Hasyim Asy'ari.

Sesungguhnya kekecewaan yang muncul dari warga nahdliyin dapat dipahami, mengingat peran Hadratus Syech Hasyim Asy'ari tidak hanya sebagai pendiri NU, tapi juga sebagai ulama pejuang yang berperan aktif untuk berdiri dan tegaknya Negara Republik Indonesia tercinta ini.

Di sisi lain, jika melihat dasar pemikiran dan gagasan dari Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, untuk membuat dan menerbitkan Kamus Sejarah Indonesia sesungguhnya patut di apresiasi tinggi.