Ada adagium yang mengatakan bahwa pada dasarnya “sejarah itu adalah milik pemenang”. Jadi para tokoh yang dimunculkan dalam sejarah, dalam perspektif pandangan ini adalah tokoh yang menunjukkan dan berkorelasi dengan pemenang pada saat sejarah itu di munculkan.

Memang untuk melakukan penelitian dan penulisan sejarah secara independen, tidaklah mudah, karena konsekuensi yang mungkin terjadi akan menghilangkan kesan heroik, tentang tokoh yang menjadi ikon dari rezim pemenang itu.

Namun sebagai generasi saat ini, di era kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, tentu upaya sekecil apapun untuk memanipulasi sejarah, dapat diketahui dengan cepat.

Sudah saatnya kini, sejarah dapat ditampilkan apa adanya. Kita jadikan sejarah sebuah cermin besar untuk mengambil hal baik, dan membuang hal buruk dalam perjalanan bangsa.

Karena setiap era peristiwa ada orangnya dan setiap orang ada eranya, tentu melekat dengan peran dan karakteristik beserta tingkah laku perbuatannya.