Jadi kita dapat belajar dari sejarah yang pernah ada, untuk tidak mengulangi kekeliruan itu lagi, seperti dalam sejarah Serangan 1 Maret 1949 yang kemudian dikenal dengan nama perang "janur kuning" yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia, untuk membuka mata dunia untuk mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat.

Dengan lebih terbukanya informasi. generasi sekarang ini dapat mengetahui siapa tokoh sebenarnya dalam pertempuran itu, yang ternyata bukanlah tokoh seperti yang disampaikan dalam penulisan sejarah di era Orba itu.

Untuk itu, kita meminta kepada Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penerbitan Kamus Sejarah Indonesia, baik Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998) untuk segera menarik kembali kamus sejarah Indonesia tersebut.

Lakukan revisi dan koreksi menyeluruh. Masih banyak tokoh besar dalam arus utama perjuangan yang memiliki kontribusi fundamental dalam membuat dan membangun lanskep Indonesia merdeka, seperti Tan Malaka misalnya di alfabetis huruf "T", juga tidak ada dalam kamus sejarah Indonesia ini.

Tidak perlu terburu-buru, tapi keliru. Biar sedikit bersabar tapi benar.