Pelaku merasa dirugikan karena aliran air yang masuk ke sawahnya dikurangi oleh korban. Dari hal sepele itu, emosi keduanya tak terelakkan hingga terjadi pembunuhan sadis.

Akibat dari pertikaian itu, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya. Di antaranya luka di bagian kepala, bagian wajah, bagian lengan dan kaki yang diduga akibat bacokan senjata tajam milik pelaku.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman Ambat ketika dikonfimasi Telisik.id melalui telepon selulernya, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Dia mengatakan, pelaku dan korban tak lain dari abang dan adik kandung.

"Iya benar Bang. Pelaku dan korban adalah saudara kandung. Motif sementara hanya gara-gara hal sepele di sawah. Pelaku masih kita kejar ini, sabar ya kita masih berada di tempat yang tidak kuat jaringan," pungkasnya mengakhiri pembicaraan, Kamis (18/2/2021). (B)

Reporter: Ones Lawolo