Gilot menemukan ada rangkaian indah terbentuk ketika sang anak disusui dengan sentuhan lembut di kepalanya. Seketika terjadi perubahan warna, saat anak terkejut mendengar bentakan. Hatta, rangkaian indah itu berubah menjadi gelembung lalu pecah berantakan.

Dari penelitian itu jelas membuktikan bahwa memarahi dengan suara bentakan mempengaruhi perkembangan otak anak. Juga bisa mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh sang anak.

Saat berlangsungnya bentakan, ada satu miliar sel otak anak akan mengalami kerusakan. Ayah-Bunda yang budiman, apa yang terjadi apabila anak sering mendapat bentakan dari Ayah-Bunda?

Memang mendidik anak dalam dekap kasih dan cinta, tak semudah mengucap atau menuliskannya. Namun, dampak jangka panjang kehidupan anak di masa depan perlu menjadi pikiran panjang bagi Ayah-Bunda.

Beberapa dampaknya antara lain, anak akan tumbuh menjadi peragu dan kurang percaya diri. Sehingga di banyak situasi akan minder dan takut mencoba hal-hal baru.