Masjid Al Alam memiliki desain arsitektur yang modern dan megah. Salah satu ciri khasnya adalah empat menara tinggi yang menyerupai Burj Al Arab di Dubai. Warna putih yang mendominasi masjid ini menciptakan kesan elegan, ditambah dengan pancaran lampu di malam hari yang membuatnya semakin memukau.

Bangunan masjid ini berdiri di tengah teluk, memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus nuansa religius. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalan yang dikelilingi oleh hutan bakau, menambah nilai eksotis perjalanan.

Sejarah dan Keunikan Masjid Al Alam

Masjid ini mulai dibangun pada masa pemerintahan mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dan diresmikan pada tahun 2018. Proyek ini dirancang sebagai simbol religius dan sekaligus daya tarik wisata baru di Kota Kendari. Lokasinya yang berada di tengah perairan menambah keunikannya, menjadikannya masjid terapung yang berbeda dari lainnya.

Selain digunakan untuk kegiatan keagamaan, Masjid Al Alam juga sering menjadi tempat acara budaya dan edukasi Islam. Area sekitar masjid juga dilengkapi dengan fasilitas seperti taman, area parkir luas, dan jalur pejalan kaki yang nyaman.