Sebab, kata Giona, ayahnya meyakini pembangunan rumah ibadah tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Sultra pada umumnya dan Kota Kendari khususnya.

"Alhamdulillah sekarang ini sudah dapat dirasakan manfaatnya untuk kepentingan ibadah umat Islam sekaligus menjadi land mark Kota Kendari di tengah teluk yang indah dan alami," ujar Sitya Giona Nur Alam.

Saat ini, masjid yang dijuluki Masjid Terapung itu telah menjadi icon dan daya tarik Kota Kendari sebagai ibu kota Sultra dan selalu dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah dari dalam dan luar Kota Kendari.

Baca juga: Hari Ini, Prof Muhammad Zamrun Dilantik Periode Kedua Pimpin UHO

Baca juga: Aklamasi Jadi Ketua Kadin, Ini Program Arsjad Rasjid