"Masjid ini dibangun pada masa La Djilabu. Ia sendiri adalah seorang yang berkelana dari luar Wakatobi untuk menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat yang berada di Pulau Wangi-wangi," ungkapnya, Sabtu (15/08/2020)

Baca juga: Meraih Keutamaan Shaf Pertama dalam Salat Berjemaah

"Setelah merasa bahwa umat Islam yang ada di Pulau Wangi-wangi cukup banyak, maka dia bersama masyarakat mendirikan Masjid Keraton Liya sebagai pusat peribadatan umat Islam di tempat itu," sambungnya.

La Wahidin juga menuturkan bahwa dalam masjid ada empat tiang dan terdapat tangga yang terbuat dari bambu.

"Pada zaman dulu muadzin mengumandangkan adzan di atas plafon agar terdengar oleh warga," ungkapnya.