"Hari ini kami hadir membersamai aksi ini karena tidak ada kejelasan hukum yang dilakukan pihak kepolisian mengurus proses penyelidikan. Makanya kami kembali hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mempressure sekaligus melihat sejauh mana progres penyelidikan," ungkap Hajirban.
Berdasarkan pantauan Telisik.id, terlihat sejumlah massa aksi melakukan orasi menggunakan sarung adat. Menurut mereka, hal ini sebagai salah satu simbol suku yang memiliki adat, tidak pantas menerima penghinaan.
Sementara salah seorang perwakilan lembaga Pemerhati Adat Muna Kota Kendari, Sarman mengatakan, aksi demonstrasi kali ini hadir sebagai perwakilan suku yang tidak menginginkan perpecahan akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Jalan Depan UHO Diblokade, Buntut Dugaan Penghinaan Suku Muna
"Kami tidak inginkan lagi salah satu suku di bumi anoa ini terkhusus Sulawesi Tenggara ada penghinaan. Takutnya persoalan ini ditunggangi politik, yang akan memicu perpecahan di antara kita, ini yang tidak kami inginkan," ucap Sarman.
