Dia menambahkan, aksi demonstrasi ini dibangun melalui pergerakan-pergerakan damai untuk mengawal seluruh kultur yang ada di Sulawesi Tenggara dari isu SARA, sehingga mereka meminta agar pihak kepolisian untuk betul-betul serius menangani persoalan ini.

Salah satu massa aksi, Joko, dalam orasinya menyampaikan bahwa sebagai masyarakat yang beradat, hadir dalam demonstrasi ini menjadi wujud penolakan ketidakbenaran terkait penghinaan suku melalui grup Facebook. (A)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali