Ratusan massa yang semula terus bertahan, akhirnya berhamburan dan melarikan diri, massa yang terus berlari berusaha menghindari tembakan gas air mata yang dilepaskan oleh satuan pengamanan Polda Sulawesi Tenggara.
"Awas tembakan gas air mata," ungkap massa yang terus berlari sambil menghindari tembakan petugas keamanan.
Baca Juga: Demo Penghina Suku Muna, Pengguna Jalan Terjebak Kemacetan Panjang
Massa yang terus terdesak dengan gas air mata, sebahagian berusaha menyelamatkan diri masuk ke kompleks perumahan warga, hingga aksi kejar-kejaran pun terjadi antara petugas polisi dan para demonstran.
Ratusan personel keamanan dari Brimob dan Sabara Polda Sulawesi Tenggara terus meransek maju, hingga bundaran kantor gubernur dan massa pun terus berlari menuju Universitas Halu Oleo (UHO). (A)
