Andriadi Muliadi, yang bertindak sebagai Jenderal Lapangan dalam aksi ini, menuntut Penjabat Bupati Konawe untuk membatalkan pengumuman kelulusan PPPK tersebut.
Menurutnya, kebijakan ini tidak mencerminkan keadilan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi dan aktif bekerja di pemerintahan.
"Ini tidak adil. Banyak honorer yang sudah lama bertugas, namun tidak lulus. Sementara mereka yang tidak pernah mengabdi tiba-tiba lolos. Kami menduga ada honorer siluman di sini," tegas Andriadi.
Baca Juga: Konflik Internal Memanas Usai PBSI Sultra Tunjuk Karteker di Konawe, Ketua Akib Protes Keras
Hingga berita ini diterbitkan, Penjabat Bupati Konawe, Stanley, masih melakukan pertemuan bersama massa aksi untuk menggali informasi lebih lanjut.
