SURABAYA, TELISIK.ID - Elemen masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Loyalis Perubahan (Gelora) Jatim aksi di depan kantor gubernur Jatim, Rabu (6/10/2021).

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti pengelolaan dana hibah di lingkungan Pemprov Jatim yang amburadul.

Menurut koordinator Gelora Jatim, Mohammad Annur, tata kelola dana hibah di Pemprov Jatim sangatlah buruk, hal itu terbukti dengan adanya realisasi.

Dana hibah yang tidak jelas peruntukannya. Bahkan yang selalu terjadi dari tahun ke tahun penggunaan dana hibah tidak dilengkapi dengan SPJ.

Pada tahun 2019 sebesar Rp 2,9 Triliun dana hibah yang tanpa SPJ dan 2020 ini sebesar Rp 1.6 Triliun dana hibah tanpa SPJ.