"Ini periode Juni sampai 15 Agustus 2023. Kami juga terus melakukan pengembangan jaringannya," tambahnya.

Narkoba itu berasal dari Malaysia, selanjutnya dikirim melalui pelabuhan tikus yang ada di Sumatera Utara.

"Untuk jaringannya. Ada jaringan internasional dari Malaysia dan ada juga jaringan antar lrovinsi," tuturnya.

Menurut Yemi, narkoba itu juga akan dilakukan pemusnahan dengan dihadiri oleh tim Laboratorium Forensik, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

"Jadi, kami akan melakukan pengungkapan kembali untuk memberantas peredaran gelap narkotika ini," terangnya.