Selanjutnya, Pemprov Nusa Tenggara Timur akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Nusa Cendana dan Universitas Timor untuk melakukan bimbingan bagi peserta didik.
Kemudian, Pemprov Nusa Tenggara Timur akan menyiapkan peserta didik untuk bisa bersekolah dalam ikatan dinas TNI/Polri supaya karakternya terus terlatih.
"Nanti kami akan melaksanakan evaluasi secara terus menerus dan mengatur lebih lanjut segala kebijakan dengan melibatkan para akademisi, praktisi pendidikan serta tokoh agama terkait pemberlakuan jam masuk sekolah ini" ujar Linus, Rabu (1/3/2023) di Kupang.
Tujuan kebijakan itu untuk menciptakan generasi berintelektual dan berkarakter unggul demi Nusa Tenggara Timur yang lebih baik.
Di samping itu kata Linus, Pemprov Nusa Tenggara Timur rencana melakukan koordinasi secara terpadu dengan stakeholder agar terciptanya aspek keamanan, ketertiban dan layanan transportasi dan penyiapan infrastruktur sekolah.
