Salah seorang dokter di Rumah Sakit Bahteramas, dr. Y, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kekhawatiran semakin bergejolak mengingat Kota Kendari sudah menjadi wilayah transmisi lokal penyebaran COVID-19.

"Kami khawatir dengan kemampuan RS dan SDM yang ada jika terjadi peningkatan tajam kasus COVID-19 apalagi bila mereka butuh penanganan medis di RS," kata dr. Y, Jumat (1/5/2020).

Dokter yang menangani pasien COVID-19, bisa kewalahan bila masyarakat mengabaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan. Foto: Repro BBC

Dokter muda ini khawatir jikalau kemungkinan terburuk terjadi, sementara fasilitas kesehatan terbatas, akibatnya tenaga medis hanya akan memilih yang mana perlu ditangani dan yang mana pasien dibiarkan dengan penanganan tidak maksimal karena keterbatasan penunjang fasilitas kesehatan.

''Ini yang selalu menjadi kekhawatiran kami sejak awal," tambahnya.

Untuk mencegah kemungkinan terburuk, diharapkan masyarakat jangan cuek dengan imbauan pemerintah. Karen apabila masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, kemungkinan tertular sangat bisa terjadi.