"Kami ini adalah yang terdampak langsung, sehingga kami ini jika keluar di manapun selalu terkucilkan. Ini berpengaruh terhadap penghasilan para pekerja harian yang berasal dari lingkungan kami ini," jelasnya.
Baca juga: Jelang Lebaran, Stok Bahan Pokok di Kendari Aman
Selain itu, Safiudin mengeluhkan, keluarga korban yang terpapar COVID-19 sama sekali belum mendapat bantuan dari pemerintah.
"Keluarga korban itukan sementara isolasi mandiri di rumah, Jadi mereka juga membutuhkan uluran untuk dapat bertahan di rumah mereka," ujarnya.
"Selama ini kebutuhan keluarga pasien tersebut dibantu oleh tetangga melalui swadaya mereka. Kadang dalam bentuk sayur, minyak, beras dan lain-lain yang dapat membantu kehidupan mereka," lanjutnya.
