"Ada 170-an Kepala Keluarga yang terdata, tetapi saya tidak bisa memastikan apakah mereka ini pernah menerima PKH atau bantuan lainnya," pungkasnya.
Sementara itu Amus (38) salah satu warga BWI mengaku belum ada sama sekali bantuan.
"Sudah pernah didata hanya belum terealisasi. Sedangkan kita ini sedang susah-susahnya. pekerjaan terhambat di pelabuhan. Biasanya tiga kali sehari kita kerja sekarang tinggal sekali sehari," ucapnya.
"Dulu penghasilannya kita sehari Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per hari, sekarang tinggal Rp 50 ribu perhari," imbuhnya.
Reporter: Ridwan Amsyah
