Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024.

Wilayah yang akan mengalami potensi hujan disertai angin kencang yakni: Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua.

“Peningkatan curah hujan hingga kategori lebat pada wilayah-wilayah tersebut memicu potensi dampak bencana hidrometeorologi hingga 16 Maret 2024 dengan kategori Siaga meliputi: Banten, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur,” terang Guswanto.

Sementara wilayah-wilayah akan masuk pada kategori Waspada meliputi: Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Bibit siklon tropis 91S di selatan Jawa dan bibit siklon tropis 94S di Laut Timor - Tenggara NTT, kata Guswanto, memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 35 knot. Kondisi ini mempengaruhi peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia.