Ibu Yuli misalnya, dia adalah salah satu pedagang kaki lima yang menjajakan kue buatannya setiap pagi. Dia mangkal di pangkalan ojek yang ada di daerah Kemaraya.
Baginya, sejak COVID-19 mewabah, penjualan kuenya menurun drastis. Kebanyakan pelanggannya adalah pegawai dan anak sekolah. Mengingat sudah tiga pekan anak sekolah diliburkan dan sejumlah pegawai juga memilih bekerja dari rumah.
"Memang penjualan menurun, tidak seperti sebelum mewabahnya virus corona ini. Tapi kita harus tetap menjual, karena mau cari uang dimana lagi untuk membayar kontrakan dan kebutuhan hari-hari," curhatnya.
Senada dengan itu, salah seorang pelaku usaha jahit rumahan, Ummu Fatih, juga mengalami hal yang sama.
Baca juga: Warga Resah Banyak Maling di Tengah Corona
