Pelayanan kesehatan merupakan perkara penting dalam menjalankan tata kelola sistem yang menjamin kesehatan masyarakat, penguasa dan perangkat pemerintahan wajib memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat. Baik berupa infrastruktur, sarana prasarana, SDM yang berkualitas dan kebutuhan pendukung lainnya.
Walalupun saat ini negara telah berupaya mewujudkan sistem kesehatan nasional yang melaksanankan pelayanan kesehatan, namun sejumlah masalah kerap kali muncul dalam perangkat yang mendukung sistem kesehatan tersebut.
Kasus-kasus ini telah memberikan bukti untuk yang kesekian kalinya, bahwa sistem pelayanan kesehatan berbasis kapitalisme yang diadopsi tidak akan pernah mampu menyelenggarakan pengaturan urusan kehidupan manusia.
Pengakuan pihak rumah sakit yang menyatakan tidak adanya alat pengecek golongan darah menerangkan bahwa tidak terpenuhinya sarana penunjang layanan kesehatan, kemudian keluhan masyarakat terkait ketidakpedulian ataupun lambannya tenaga kesehatan dalam menangani pasien adalah wujud tidak terpenuhinya SDM yang berkualitas.
Alhasil, pasien terlantar, kondisi pasien dikorbankan. Human empaty diabaikan bahkan dihilangkan dengan berbagai alasan, layanan kesehatan dalam kapitalisme sangat berbeda dengan layanan kesehatan dalam Islam.
