Dia menambahkan, sebelumnya telah diselenggarakan Gerakan Pangan Murah di 20 titik di Kota Kendari, dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih delapan ribu kepala keluarga.
Namun dia mengaku, ada kendala yang dihadapi karena semakin hari penduduk di Kota Kendari semakin bertambah dan tentu saja nantinya akan menuntut ketersediaan pangan, sandang dan papan.
Melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, kampanye dan gerakan selamatkan pangan secara berkesinambungan, diharapkan masyarakat menjadi keluarga yang cerdas pangan, bijak dalam mengkonsumsi, dan tidak boros pangan.
"Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan satu gerakan stop boros pangan, karena salah satu penyebab kita boros makan adalah karena pola hidup yang kurang menghargai makanan atau suka menyisakan makanan," tuturnya.
Selain itu, sering masak berlebihan dan berlebihan dalam membeli bahan makanan. Terakhir dia mengajak untuk berhenti boros dan mulai mencintai makanan dan menjadikan makanan sebagai ladang pahala.
