BOMBANA, TELISIK.ID - DPRD Kabupaten Bombana didemo sekelompok massa dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Moronene (HIPAMOR), atas penolakan Rancangan Perda (Raperda) tentang pelestarian seni dan budaya Moronene, Kamis (14/12/2023).

Penolakan itu karena Raperda tersebut, dianggap tidak berpihak pada suku Moronene yang notabene adalah suku tertua di Sulawesi Tenggara.

"Hasil pembahasan naskah akademik yang puan-puan dan tuan-tuan anggota DPRD, kenapa terlalu tidak memasukan Moronene dalam pelestarian budaya kami," tegas salah satu tokoh Moronene, Heryanto.

Bapemperda DPRD Bombana, mengklarifikasi jika belum ada penetapan tentang Raperda tersebut. Bahkan di Bapemperda sendiri sudah ada bahasan tentang bagaimana memformulasikan agar semua suku dan budaya di Bombana terakomodasi dan tidak spesifik hanya satu.

Baca Juga: Pemda Bombana Dorong Persatuan melalui Porseni saat HUT ke-20