MUNA BARAT, TELISIK.ID - Penebangan jati di Kolotiri area permandian Matakidi, Kecamatan Barangka, dipertanyakan oleh masyarakat. Pasalnya, keberadaan jati dengan sertifikasi benih itu menghilang dari area penebangan.

Berdasarkan pengakuan warga yang berkunjung ke lokasi penebangan pohon, batang jati yang telah rebah itu tidak berada lagi di tempatnya, sehingga menimbulkan pertanyaan bagi warga setempat. Pasalnya menurut Kepala DLH Muna Barat, penebangan pohon itu bertujuan untuk keselamatan masyarakat.

Salah satu warga setempat yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa penebangan pohon di area permandian Matakidi itu dilakukan pada 31 Januari 2024 lalu dan selama beberapa hari batang pohon jati itu masih berada di area tersebut.

Namun, jelang pagi tepatnya 5 Februari 2024, batang pohon jati itu tidak ada lagi di lokasi penebangan. Dan lebih membingungkan warga karena hanya batang pohon jati yang berukuran besar dan telah bernomor 1 dan 3 yang menghilang, sementara batang pohon yang berukuran sedang masih berada di lokasi tersebut, serta pohon lainnya seperti trembesi juga masih berada di lokasi penebangan.

Sehingga warga setempat menduga ada oknum yang mencoba bermain di balik motif penebangan pohon jati tersebut.