"Alasan lainnya untuk mengembalikan apa yang sudah dilaksanakan pemerintah sebelumnya (Festival Perairan Pulau Makasar)," ungkapnya, Rabu (29/7/2026).

"Harapan kami agar Pemkot Baubau mengadakan kembali event tahunan tersebut," lanjutnya.

Latif menjelaskan, digelarnya ritual Tuturangi Andala di pesisir pantai La Korapu mempunyai tujuan lain. Yakni, sebagai langkah awal untuk memulai aktivitas melaut oleh nelayan setempat.

Tokoh Masyarakat Sukanaeyo, La Bau, mengatakan, Tuturangi Andala merupakan tradisi turun temurun warga setempat yang dilakukan setiap tahun, dengan tujuan memohon kelimpahan hasil tangkap (ikan) kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Ritual ini kepentingannya orang banyak (nelayan) karena kita minta kelimpahan hasil tangkap ikan kepada Tuhan," katanya.