KJA ini nantinya akan dikelola langsung oleh masyarakat kelompok nelayan untuk hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat desa. Ia berharap, KJA tersebut dapat dikelola dengan baik hingga berhasil dikembangkan secara masif dan menjadi salah satu wisata bahari yang mendorong perekonomian.
Direktur YARI, Abed R Abdullah menjelaskan, program itu merupakan pilot project (proyek percontohan), di mana pihaknya akan memberikan 4 petak KJA dan 2 buah rumpon ikan yang akan berfungsi sebagai tempat mencari pakan bagi biota yang diperlihara dalam karamba.
Ia berharap masyarakat mau bersama-sama mendukung program ini, terutama pada saat proses pengelolaan dan pemeliharaan bibit ikan dalam KJA, menurutnya program karamba ini akan sia-sia tanpa dukungan dan keinginan untuk mengelola bersama-sama.
Abed menambahkan, jenis biota yang akan dibudidayakan dalam KJA tersebut adalah bibit ikan putih sebanyak 10.000 bibit, namun tidak menutup kemungkinan jika kelompok budidaya ingin memelihara biota lainnya, seperti kerapu dan lobster, pihaknya nanti akan menyesuaikan dengan kondisi keramba dan teknis pengelolaanya.
Pendampingan program KJA akan berlangsung selama tiga bulan (sesuai kontrak kerjasama), setelah itu pengelolaan KJA dan rumpon akan diserahkan sepenuhnya kepada kelompok nelayan. Meski begitu, YARI berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan teknis budidaya, hingga membantu kelompok nelayan sampai panen dan memasarkan hasil panennya.
